Kelurahan

Penanganan Pasangan Lansia Terlantar di Salok Api Laut

SALOK API LAUT – Pemerintah Kecamatan Samboja Barat bersama Pemerintah Kelurahan Salok Api Laut, TKSK, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bergerak cepat menangani pasangan lansia terlantar yang selama ini tinggal menumpang di bangunan belakang Puskesmas Pembantu (Pusban) Salok Api Laut, Senin (18/05/2026).

Pasangan lansia tersebut hidup bersama cucunya dalam kondisi serba terbatas. Kondisi sang nenek juga memerlukan perhatian khusus karena sedang sakit dan tidak dapat berjalan. Sementara itu, kondisi keluarga yang terpencar turut menjadi kendala dalam penanganan dan pendampingan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, pihak kelurahan bersama Kecamatan Samboja Barat segera melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, TKSK, dan pendamping PKH guna mencari solusi penanganan yang lebih layak dan manusiawi bagi pasangan lansia tersebut.

Awalnya pasangan lansia tersebut direncanakan untuk diarahkan ke rumah lansia milik pemerintah. Namun setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan sang nenek yang membutuhkan perhatian dan perawatan lebih intensif, penanganan kemudian diarahkan ke rumah lansia dan yatim piatu rekanan pemerintah di Samarinda.

Sebagai tindak lanjut, tim dari rumah lansia dan yatim piatu Samarinda datang langsung meninjau kondisi pasangan lansia tersebut sekaligus melakukan proses penjemputan dan pendampingan awal.

Sekitar pukul 14.30 WITA, pasangan lansia tersebut kemudian diantar oleh aparatur Kelurahan Salok Api Laut menggunakan kendaraan operasional menuju lokasi penanganan yang telah disiapkan.

Langkah cepat yang dilakukan lintas sektor ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan perlindungan sosial, khususnya kelompok lanjut usia dalam kondisi rentan. Pemerintah Kecamatan Samboja Barat berharap penanganan tersebut dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak, pendampingan, serta perawatan yang lebih baik bagi pasangan lansia tersebut.

Manusia memang sering baru terlihat rapuh ketika usia tidak lagi memberi tenaga dan keluarga tidak lagi utuh. Karena itu, respons cepat seperti ini bukan sekadar administrasi sosial, melainkan bentuk nyata hadirnya kepedulian di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *