Evaluasi Kinerja 2026, Camat Samboja Barat Tekankan Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Akuntabilitas
Samboja Barat, 24 Juni 2026 – Pemerintah Kecamatan Samboja Barat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Bulanan Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Camat Samboja Barat, H. Burhanuddin, S.Ag., M.Si, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh program, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan maupun kelurahan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran kecamatan dan seluruh kelurahan di wilayah kerja Samboja Barat sebagai forum evaluasi capaian, identifikasi hambatan, serta penyusunan langkah perbaikan untuk periode berikutnya.
Dalam paparannya, Camat Samboja Barat menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program sekaligus mendeteksi permasalahan sejak dini. Evaluasi tahun 2026 difokuskan pada beberapa aspek strategis, antara lain peremajaan data ASN melalui MyASN BKN dan SIMPEG, implementasi SRIKANDI, pemanfaatan SI-PECI, pengembangan kompetensi ASN melalui BANGKOM KUKAR, serta pemenuhan dokumen Perjanjian Kinerja (PK) sebagai bagian dari sistem akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi disparitas data kepegawaian, keterlambatan pembaruan sistem, keterbatasan literasi digital, hingga belum meratanya pemahaman aparatur terhadap berbagai aplikasi pemerintahan yang terintegrasi. Selain itu, jarak antarwilayah kelurahan yang cukup berjauhan dan keterbatasan waktu pelaksana turut menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan program.
Meski demikian, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Pemenuhan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 di lingkungan Kecamatan Samboja Barat telah mencapai 95 persen, sementara capaian di tingkat kelurahan berada pada kisaran 70 hingga 90 persen. Pada aspek akuntabilitas kinerja, hasil evaluasi SAKIP perangkat daerah menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Setelah memperoleh nilai 4,54 dengan predikat D pada tahun 2024, capaian meningkat menjadi 56,46 dengan predikat CC pada tahun 2025 dan kembali meningkat menjadi 57,85 dengan predikat CC pada tahun 2026. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses pembenahan tata kelola pemerintahan dan administrasi terus menunjukkan kemajuan yang terukur.
Sebagai tindak lanjut, Kecamatan Samboja Barat telah melaksanakan sosialisasi peremajaan data ASN dan implementasi aplikasi pemerintahan digital di enam kelurahan, yaitu Kelurahan Bukit Merdeka, Sungai Merdeka, Salok Api Darat, Salok Api Laut, Amborawang Darat, dan Amborawang Laut. Sementara itu, sosialisasi untuk Kelurahan Argosari, Margomulyo, dan Karya Merdeka akan dilaksanakan pada tahap berikutnya. Selain penguatan kapasitas aparatur, Kecamatan Samboja Barat juga telah mengembangkan sistem penomoran surat secara daring yang lebih efisien, menyiapkan pemanfaatan Record Centre untuk pengelolaan arsip aktif dan inaktif, serta menginisiasi penyiapan Petugas Pencatat Surat (PORTIR) guna mendukung tertib administrasi dan implementasi SRIKANDI secara optimal.


Dalam forum evaluasi tersebut, Camat Samboja Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara kecamatan dan kelurahan dalam menjalankan siklus pengamatan, pembinaan, dan pengawasan secara berkelanjutan. Seluruh pelaksanaan program dan kegiatan diarahkan agar tetap berpedoman pada RENSTRA Kecamatan Samboja Barat Tahun 2025–2029, sehingga setiap target pembangunan, pelayanan publik, dan pengelolaan administrasi dapat berjalan secara terukur, terarah, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kecamatan Samboja Barat tidak hanya melakukan penilaian terhadap capaian kinerja, tetapi juga membangun budaya evaluasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam mempercepat transformasi digital, memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, akuntabel, dan responsif.
Dengan semangat “Maju Melesat Bersama Samboja Barat”, Kecamatan Samboja Barat terus memperkuat sinergi antara kecamatan dan kelurahan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.